Home / Cara ampuh mengobati Penyakit Dispepsia

Cara ampuh mengobati Penyakit Dispepsia

Hallo sobat, Pada pembahasan kemarin mengenai Gejala penyakit ginjal yang harus di waspadai dan pada artikel kali ini saya akan mencoba memberikan beberapa tips kesehatan, cara membersihkan, cara menghilangkan, cara mengobati, cara mencegah, manfaat, buah-buahan, sayuran, cara mengusir, jamu, alami, tradisional dengan sangat cepat dan mudah.

Jika artikel dengan judul " Cara ampuh mengobati Penyakit Dispepsia - Ramuan Obat Herbal " tidak sesuai dengan yang anda cari, anda dapat menggunakan kolom pencarian yang sudah tersedia.

Baca artikel : INILAH TIPS!! Cara ampuh mengobati Penyakit Dispepsia

Cara ampuh mengobati Penyakit Dispepsia

Cara ampuh mengobati Penyakit Dispepsia

Cara Mengobati Penyakit Dispepsia – Penyakit dispepsia lebih dikenal oleh masyarakat Indonesia pada umumnya sebagai penyakit maag (namun sebenarnya kurang tepat, karena kata maag itu sendiri  berasal dari bahasa Belanda, yang berarti lambung. Padahal kalo di telusuri lebih dalam, keluhan yang sering terjadi  pada penyakit maag tidak selalu berasal dari lambung).

Prevalensi penyakit ini beragam, sebagian besar penelitian menunjukkan, hampir 25 % orang dewasa mengalami gejala dyspepsia atau Dispepsia pada suatu waktu dalam hidupnya.

Pada suatu survey pernah menyebutkan, sekitar 30% orang yang berobat ke dokter umum disebabkan gangguan saluran cerna terutama dispepsia. Dan 40 – 50 % yang dating ke specialis disebabkan gangguan pencernaan, terutama dyspepsia

Asal mula istilah dispepsia

Kata dispepsia berasal dari bahasa Yunani yang berarti “pencernaan yang jelek atau buruk”.

Dispepsia adalah kumpulan keluhan/gejala klinis yang terdiri dari rasa tidak enak/sakit, rasa penuh dan panas di perut bagian atas yang menetap atau mengalami kekambuhan keluhan rasa nyeri dan panas pada ulu hati.

Penyakit dispepsia terbagi atas dua jenis antara lain:

1. Dispepsia organik : Yaitu dispepsia yang telah diketahui adanya kelainan organik sebagai penyebabnya.

Jenis dari Dispepsia organik  :

  • Gastritis
  • Ulkus peptikum
  • Stomach cancer
  • Gastro-Esophangeal reflux Disease
  • Hyperacidity

2. Dispepsia non organik, atau dispepsia fungsional, atau dispepsia non ulkus (DNU) yaitu :   Dispepsia yang tidak jelas penyebabnya.

Jenis dari dispepsia non organik yaitu:

  • Dispepsia mirip ulkus {ulcer-likedyspepsia) bila gejala yang dominan adalah nyeri ulu hati
  • Dispepsia mirip dismotilitas (dysmotility-likedyspepsia) bila gejala dominan adalah kembung, mual, cepat kenyang;
  • Dispepsia non-spesific yaitu bila gejalanya tidak sesuai dengan Gastritis dan Ulkus peptikum

Penyebab Penyakit Dispepsia

Terdapat bukti bahwa dispepsia fungsional berhubungan dengan ketidaknormalan pergerakan usus (motilitas) dari saluran pencernaan bagian atas (esofagus, lambung dan usus halus bagian atas). Selain itu, bisa juga dispepsia jenis itu terjadi akibat gangguan irama listrik dari lambung atau gangguan pergerakan (motilitas) piloroduodenal.

Beberapa kebiasaan yang bisa menyebabkan dispepsia adalah menelan terlalu banyak udara. Misalnya, mereka yang mempunyai kebiasaan mengunyah secara salah (dengan mulut terbuka atau sambil berbicara). Atau mereka yang senang menelan makanan tanpa dikunyah (biasanya konsistensi makanannya cair).

Keadaan itu bisa membuat lambung merasa penuh atau bersendawa terus. Kebiasaan lain yang bisa menyebabkan dispesia adalah merokok, konsumsi kafein (kopi), alkohol, atau minuman yang sudah dikarbonasi.

Mereka yang sensitif atau alergi terhadap bahan makanan tertentu, bila mengonsumsi makanan jenis tersebut, bisa menyebabkan gangguan pada saluran cerna. Begitu juga dengan jenis obat-obatan tertentu, seperti Obat Anti-Inflamasi Non Steroid (OAINS), Antibiotik makrolides, metronidazole), dan kortikosteroid. Obat-obatan itu sering dihubungkan dengan keadaan dispepsia.

Gejala yang terjadi pada penyakit dispepsia

  • Nyeri perut (abdominal discomfort)
  • Rasa perih di ulu hati
  • Mual, kadang-kadang sampai muntah
  • Nafsu makan berkurang
  • Rasa lekas kenyang
  • Perut kembung
  • Rasa panas di dada dan perut
  • Regurgitasi (keluar cairan dari lambung secara tiba-tiba)

Pencegahan penyakit dispepsia

  • Pola makan yang normal dan teratur, pilih makanan yang seimbang dengan kebutuhan dan jadwal makan yang teratur, sebaiknya tidak mengkomsumsi makanan yang berkadar asam tinggi, cabai, alkohol, dan pantang rokok, bila harus makan obat karena sesuatu penyakit, misalnya sakit kepala, gunakan obat secara wajar dan tidak mengganggu fungsi lambung.
  • Menghindari makanan yang dapat meningkatkan asam lambung.

Pengobatan penyakit dispepsia

Sampai saat ini belum ada regimen pengobatan yang memuaskan terutama dalam mengantisipasi kekambuhan. Hal ini dapat dimengerti karena proses patofisiologinya pun masih belum jelas. Dilaporkan bahwa sampai 70 % kasus DF reponsif terhadap placebo.

Namun tidak ada salahnya kalo kita mencoba dengan beberapa ramuan herbal. Karena ciri dan gejala dari penyakit dispepsia lebih mirip dengan penyakit maag. Maka tidak menutup kemungkinan Cara Mengobati Penyakit Dispepsia dengan ramual untuk penyakit maag

Mengobati penyakit dispepsia dengan ramuan herbal

  • Kunyit: Kunyit untuk obat maag, termasuk obat alami yang paling dikenal masyarakat untuk mengobati penyakit maag. kurkumin dan kurkuminoid (bahan aktif dari kunyit) serta minyak atsiri terbukti memiliki efek antioksidan, antibakteri, antiradang, dan antikanker sehingga baik dikonsumsi sebagai obat maag dan untuk kesehatan lainnya.
    • Penggunaan : Ambil dua ruas kunyit, kupas, bersihkan dan parut kunyit, tambahkan air matang dan peras untuk mengambil sarinya. Minum dua kali sehari, pagi sebelum makan dan malam sebelum tidur.
  • Lidah buaya: Lidah buaya untuk obat maag, kandungan aloin, aloin-emodin, resin, tanin dan polisakarida pada lidah buaya baik untuk mengobati sakit maag. Zat aktif lain diidentifikasi sebagai Aloctin A dan Aloctin B. Aloctin A menghambat sekresi asam lambung dan pepsin jika diberikan secara intra vena pada tikus. Kandungan yang berkhasiat lain adalah Aloin dan Antrakinon yang dapat meningkatkan produksi prostaglandin. Selain itu, lidah buaya mempunyai khasiat antiinflamasi. Gel lidah buaya mengandung bradykinase, yaitu suatu enzim pemecah sumber inflamasi, bradykinin.
    • Penggunaan : Kupas kulit lidah buaya dan bersihkan hingga lendirnya berkurang, Rebus hingga matang ( air mendidih). Sajikan dengan menambahkan madu untuk mengurangi rasa pahitnya atau dapat juga dijadikan jus dengan menambahkan madu.
  • Pisang raja: Pisang raja untuk obat maag, pada pisang raja terkandung zat-zat yang bersifat antitukak peptik, Kandungan pektin yang tinggi dalam pisang dapat melindungi selaput lendir lambung terhadap pengaruh asam lambung.
    • pengggunaan : pilih pisang yang sudah tua dan belum matang, keringkan pisang dengan cara kupas kulit pisang. potong kecil-kecil seperti keripik dengan cara dijemur ( jangan langsung dibawah mathari, cukup diangin-anginkan saja ), setelah kering jadikan bubuk dapat di tumbuk atau blender. Ambil dua sendok bubuk pisang, campur dengan madu, konsumsi dua kali sehari pagi dan malam.
  • Kacang hijau: Kacang hijau untuk sakit maag, kandungan dalam kacang ijo bisa membuat lapisan lambung tebal dan mengurangi kadar asam dalam labung berkurang, yang biasanya penyekit maag di akibatkan terlalu banyakknya kandungan asam dalam lambung.
    • penggunaan : Bersihkan kacang hijau, keringkan dengan cara dijemur, sangrai kacang hijau hingga matang lalu tumbuk hingga halus, Ambil satu sendak makan bubuk kacang hijau dan campurkan dengan air hangat, minum tiga kali sehari.
  • Susu kambing : Susu kambing untuk obat maag, minum 200 ml susu kambing dengan rutin atau saat maag menyerang. Susu kambing bersifat basa sehingga mampu menetralisir asam lambung yang berlebih.

Selain mengobati penyakit kimia secara herbal. Ada juga beberapa obat kimia untuk mengobati penyakit dispepsia

Cara mengobati penyakit dispepsia dengan obat-obatan kimia

  • Antacid (menetralkan asam lambung)
    • Contohnya : Al, Mg, Ca, OH, Almagate, Hidrotalcite
  • Golongan antikolinergik (menghambat pengeluaran asam lambung)
    • Contohnya : Pirenzepin,
  • Golongan obat antagonis reseptor H2
    • Contohnya : Ranitidin, Simetidin, Famotidin,
  • Golongan Penghambat pompa asam (proton pump inhibitor = PPI)
    • Contohnya : Omeprazole, Esomeprazole, pantoprazole, Lansoprazole, Rabeprazole
  • Golongan Sitoprotektif
    • Contohnya : Sucralfat, koloid bismuth

Demikian artikel mengenai Cara mengobati penyakit dispepsia. Semoga bermanfaat

Baca Artikel : Cara ampuh mengobati Penyakit Dispepsia (Mencegah dan Penyebab)